Blogger Widgets

Laman

Rabu, 20 April 2016

Fasilitas WiFi Gratis di Hotel jadi Target Utama Hacker


 

Liputan6.com, Jakarta - Faslitas WiFi gratis di tempat umum adalah sebuah berkah bagi banyak orang. Namun berhati-hatilah, pasalnya menurut hasil penyelidikan ahli kemanan komputasi, Jason W Clarke, saat ini fasilitas WiFi gratis bagi publik menjadi tergat utama aksi kejahatan cyber para hacker.
Dilansir laman Business Insider, Senin (30/3/2015), dalam laporannya Clarke mengungkapkan bahwa fasilias WiFi gratis di kamar-kamar hotel adalah salah satu yang paling rentan terhadap serangan hacker. Secara teknis, ia selalu menemukan celah keamanan yang begitu besar di banyak fasilitas WiFi gratis hotel.
"Kenyataannya, tak ada cara yang benar-benar sempurna dalam mengakses internet. Namun begitu, secara pribadi saya akan berpikir dua kali sebelum memeriksa rekening perbankan menggunakan fasilitas WiFi hotel ataupun kafe," papar Clarke.
Clarke menyarankan agar lebih berhati-hari saat menggunakan jaringan internet publik. Usahakan jangan mengakses sesuatu yang begitu penting menggunakan fasilitas WiFi gratis, semisal transaksi perbankan, membuka data-data penting perusahaan, atau bahkan meng-upload foto ataupun video pribadi.
Gunakan fasilitas jaringan WiFi gratis untuk keperluan standar saja, seperti browsing atau mengakses media sosial. Meskipun hal itu tetap berisiko terjadi pencurian data pripadi, seperti username dan password. Namun begitu, umumnya hacker akan lebih menyasar kegiatan online yang menguntungkan secara finansial.
Selain itu, Clarke juga menyarankan agar pengguna memanfaatkan jaringan Virtual Private Networks (VPN) saat menggunakan fasilitas WiFI gratis. Penggunaan VPN akan memberikan perlindungan berupa enkripsi jalur jaringan internet yang Anda gunakan.

FBI: Hacker Curi Foto Syur Artis dari 572 Akun iCloud

Liputan6.com, Jakarta - Seperti yang telah diwartakan sebelumnya, FBI baru-baru ini telah menggerebek sebuah rumah mewah milik seorang pria yang diduga sebagai dalang peretasan Apple iCloud dan penyebar ratusan foto syur milik sejumlah selebriti kenamaan Hollywood.
Nama-nama populer seperti Jennifer Lawrence, Rihanna, Kim Kardashian, hingga Selena Gomez menjadi korbannya.
Menindaklanjuti hal tersebut, pihak FBI telah merilis pernyataan resmi yang menyatakan bahwa dari sebuah rumah yang digerebek di Chicago, mereka berhasil menemukan jejak alamat IP dan rekaman ponsel dari dua komputer. Rumah itu sendiri telah dikonfirmasi merupakan milik seseorang bernama Emilio Herrera.
Meski begitu, FBI tidak serta-merta menetapkan Emilio sebagai tersangka. Sebab, hackermemang kerap menggunakan alamat IP palsu, alias menggunakan alamat IP milik orang lain saat menjalankan aksinya. Yang artinya, Emilio belum tentu hacker yang menjadi dalang skandal peretasan Apple iCloud.
"IP bisa dipalsukan dengan berbagai macam cara. Data internet dapat digunakan melalui komputer pihak ketiga tanpa sepengetahuan pemiliknya," papar perwakilan FBI dalam keterangan resminya, seperti yang dikutip dari laman The Register, Kamis (11/6/2015).
Namun, FBI telah mengumumkan bahwa ada sekitar total 1.987 password iCloud milik selebriti yang dikuasai oleh hacker dan jejaknya ditemukan pada komputer dan email Emilio. 572 akun di antaranya telah dibuka dan dieksploitasi oleh hacker.

Hacker Rusia Serang Komputer Pentagon

Liputan6.com, Jakarta - Pasca Perang Dingin, hubungan Rusia dan Amerika Serikat (AS) kini disebut-sebut sebagai yang terburuk, dengan tingkat kepercayaan paling rendah.

Menurut laporan dari NBC, baru-baru ini Rusia diduga telah meluncurkan serangan cyberterhadap Pentagon. Serangan itu dikatakan mengakibatkan sistem email Staf Gabungan Pentagon offline selama dua minggu terakhir.

Sejumlah pejabat AS mengklaim bahwa serangan itu terjadi pada 25 Juli 2015 dan menargetkan sekitar 4.000 personil militer dan sipil yang bekerja untuk Kepala Staf Gabungan.

Mengutip laman Ubergizmo, Sabtu (8/8/2015), serangan itu dilaporkan telah dilakukan oleh sistem otomatis. Sistem ini mampu mengumpulkan sejumlah besar data, seperti yang ditemukan dalam email.

Kemudian dengan cepat mendistribusikan ke ribuan akun di penyimpanan awan sehingga dapat menyebarkan data dan menyimpan semuanya dalam satu tempat.

Meskipun belum diketahui secara pasti, benar atau tidaknya pemerintah Rusia terlibat dalam aksi serangan cyber tersebut, namun NBC memperoleh informasi dari para pejabat AS, yang menyatakan bahwa itu merupakan perbuatan seorang aktor negara.

Namun untungnya, mereka menegaskan bahwa tidak ada informasi rahasia yang dicuri atau diretas.

Hacker Porak-porandakan Situs Pemerintah Belanda

Liputan6.com, Jakarta - Laporan BBC menyebutkan bahwa sebuah serangancyber dalam skala masif telah menyerang pemerintah Belanda. Sejumlah situs resmi milik instansi pemerintah Belanda dan layanan publik dikabarkan tumbang akibat ulah hacker.

BBC melansir, serangan cyber ini dimulai pada sore hari kemarin, Sabtu (14/2/2015), waktu setempat. Rencana serangan ini sendiri menurut informasi yang beredar sebenarnya telah diketahui pemerintah Belanda setelah mendapatkan peringatan dari pihak pemerintah Amerika Serikat (AS).

Bahkan divisi pertahanan cyber yang dipayungi oleh Departemen Pertahanan AS (Pentagon) juga telah memprediksi bahwa serangan akan berlanjut ke Perancis dan sejumlah negara Eropa lainnya.

Belum diketahui secara pasti siapa dalang dibalik serangan cyber yang menyasar otoritas negara-negara di Eropa ini. Hanya saja telah diketahui bahwa serangan yang dilakukan adalah jenis 'DDoS Attack'.

DDoS Attack belakangan identik dengan kelompok hacker yang menamakan dirinya sebagai 'Lizard Squad'. Reputasi mereka sebagai kelompok peretas jempolan dimulai pada akhir tahun 2014 kemarin, tepatnya pada malam perayaan Natal. Saat itu Lizard Squad mengklaim bahwa merekalah pihak yang bertanggung jawab atas tumbangnya dua layanan berbasis internet di ranah industri game, yakni PlayStation Network (PSN) dan Xbox Live.

Lalu pada awal Januari 2015 Lizard Squad kembali beraksi. Kali ini tak tanggung-tanggung, enam (6) jejaring sosial kenamaan dibuat luluh lantak. Keenamnya adalah Facebook, Instagram, Facebook, Instagram, MySpace, AOL Instant Messenger, Tinder dan Hipchat. Kesemuanya terdidentifikasi mendapat serangan DDoS Attack.

Waspadalah, Penjahat Online Incar Wanita Kesepian

Liputan6.com, Jakarta - Hasil penelitian terbaru Federal Bureau of Investigation (FBI) menyimpulkan bahwa para penjahat online --khususnya di bidang penipuan-- kerap menyasar orang-orang yang kesepian, terutama dari kalangan wanita.

Dijelaskan lebih lanjut, para pelaku kejahatan online umumnya mengidentifikasi wanita kesepian di dunia maya dengan cara memantau status media sosial ataupun menjelajah di layanan-layanan kencan online.

Laporan FBI yang dimuat dalam Internet Crime Complaint Center (IC3) menemukan mayoritas korban penipuan online adalah wanita yang memiliki akun di situs layanan kencan online. Bila dipersentasikan, 70% korban penipuan online adalah wanita.

Hasil survei mengatakan rata-rata korban penipuan online dari kalangan wanita menderita kerugian finansial mencapai US$ 14 ribu atau lebih dari Rp 180 jutaan.

"Kriminal berkeliaran di website perjodohan, chatting, dan media sosial menggunakan skenario yang sudah dilatih berulang-ulang. Biasanya para korban yakin mereka sedang berpacaran dengan seseorang yang jujur dan bisa dipercaya, meski tidak bertemu langsung," tulis FBI dalam laporannya.

Canggihnya lagi, terkadang pencurian materi korban berlangsung secara tidak disadari. Biasanya para pelaku memiliki bekal kemampuan komputasi yang cukup ahli, alias seorang hacker. Jadi, mereka biasanya hanya perlu mengajak korban untuk mengunjungi atau meng-klik tautan (URL) tertentu yang telah disisipkan malware.

Nah, malware tersebut dimanfaatkan untuk mencuri berbagai data pribadi korban, termasuk akun dan password media sosial hingga perbankan.

PENGERTIAN CYBER CRIME

Berbagai macam pemahaman mengenai tentang cyber crime. Namun apabila dilihat dari asal katanya, cyber crime terdiri dari dua kata, yakni cyber dan crime. Kata cyber merupakan singkatan dari cyberspace, yang berasal dari kata cybernetics dan space Istilah cyberspace muncul pertama kali pada tahun 1984 dalam novel William Gibson yang berjudul Neuromancer. Sedangkan crime berarti kejahatan atau tindakan yang merugikan orang lain, seperti halnya internet dan cyberspace. Jadi cyber crime dapat diartikan sebagai suatu tindakan kriminalitas yang terjadi di dunia maya atau kriminalitas yang terjadi di internet yang sering disebut (cyber crime) baik yang menyerang fasilitas umum di dalam cyberspace ataupun kepemilikan pribadi, yang alat utamanya adalah menggunakan internet. Diantara pengertian cyber crime menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:


1. Menurut Ari Juliano Gema, kejahatan cyber adalah kejahatan yang lahir sebagai dampak negatif dari perkembangan aplikasi internet.



2. Menurut Indra Safitri, kejahatan siber adalah jenis kejahatan yang berkaitan dengan pemanfaatan sebuah teknologi informasi tanpa batas serta memiliki karakteristik yang kuat dengan sebuah rekayasa teknologi yang mengandalkan kepada tingkat keamanan yang tinggi dan kredibilitas dari sebuah informasi yang disampaikan dan diakses oleh pelanggan internet.



3. Menurut Pasal 33 UU ITE tahun 2008, adalah setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan tindakan apa pun yang berakibat terganggunya system elektronik dan/atau mengakibatkan system elektronik menjadi tidak bekerja sebagaiman mestinya.



B. Faktor Penyebab Adanya Cyber Crime


Maraknya tindakan yang digolongkan sebagai cyber crime yang terjadi pada akhir-akhir ini tidak mungkin terjadi tanpa sebab, oleh karena itu faktor penyebab adanya cyber crime adalah diantarnya:


1. Segi teknis, adanya teknologi internet akan menghilangkan batas wilayah negara yang menjadikan dunia ini menjadi begitu dekat dan sempit. Saling terhubungnya antara jaringan yang satu dengan jaringan yang lain memudahkan pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya. Kemudian, tidak meratanya penyebaran teknologi menjadikan yang satu lebih kuat dari pada yang lain.



2. Segi sosio ekonomi, adanya cyber crime merupakan produk ekonomi. Isu global yang kemudian dihubungkan dengan kejahatan tersebut adalah keamanan jaringan (security network) keamanan jaringan merupakan isu global yang muncul bersamaan dengan internet.